Mourinho Masih Setia Andalkan Essien

Mourinho Masih Setia Andalkan Essien

Mourinho Masih Setia Andalkan Essien

Menjadi salah satu biang keladi dalam gol pertama Southampton pada akhir pekan kemarin tidak membuat Jose Mourinho pusing. Gelandang bertahan asal Ghana, Michael Essien, tetap menjadi salah satu poros tengah andalan sang pelatih di musim 2013-14. Memang keberhasilan Jay Rodriguez dalam menjebol gawang Petr Cech salah satu kontribusinya berasal dari sebuah umpan tanggung Michael Essien ke area pertahanannya, sehingga kecepatan pemain debutan Inggris itu tidak dapat diimbangi oleh John Terry dan Gary Cahill untuk mencuri satu gol di menit-menit awal. Namun demikian hal itu tidak mengendorkan semangat pantang menyerah kubu tuan rumah dan hasilnya selepas turun minum performa mereka seakan-akan jauh melebihi Southampton, meski kedua tim tetap bermain menyerang dan terbuka sejak peluit paruh kedua dibunyikan wasit.

Bahkan dengan gemilang mereka mampu mencuri tiga gol yang disarangkan ke gawang Southampton melalui Gary Cahill, John Terry dan Demba Ba, untuk memastikan tidak ada lagi kekalahan di Stamford Bridge. Selepas pertandingan itu, Mourinho menegaskan kalau dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan penampilan Michael Essien, walau sang pemain terpaksa ditarik keluar dan digantikan oleh Demba Ba pada menit ke-45. “Semua orang tentu melakukan kesalahan, bukan?” Bela Mourinho. “Bahkan seorang penyerang terkadang tidak dapat memanfaatkan peluang untuk menceploskan bola ke dalam gawang, kemudian seorang kiper kadang-kadang tidak dapat menangkap bola dengan baik dan demikian juga dengan gelandang tengah, yang tidak sering kehilangan bola bila sedang dalam penguasaan.

“Keseluruhannya memiliki kelemahan dan tidak ada yang kekal. Dan meski ia mencoba untuk bermain kembali, segala sesuatu tidak ada perbedaan. Performanya juga cukup baik. Bahkan juga tidak ada perbedaan dengan gaya bermain Mikel, atau Luiz ketika beroperasi di tengah. “Perannya saya berikan agar menstabilkan lini tengah tim, tetapi satu kartu kuning untuk 45 menit ke depan, tentu merupakan waktu yang cukup lama. Saya terpaksa melakukan pergantian (baik Essien atau Ramires). Tetapi dia orang kepercayaan saya, dan ia merupakan punggawa Chelsea, sehingga tidak ada permasalahan sama sekali.” Mourinho juga memberikan kontribusi terhadap anak-anak asuhannya yang mampu merespon dengan baik tantangan tim tamu dan kemudian sempat merubah taktik permainannya menjadi 4-4-2 yang dianggap merubah permainan menjadi keuntungan bagi timnya.

“Di babak pertama kami bermain cukup baik,” lanjut Mourinho. “Kami bermain penuh keseimbangan, tidak panik, tetap tenang dan mengurangi tindakan kesalahan dan berani mengambil sebuah resiko,” tutur Mourinho. “Ketika saya menarik Oscar, terlihat saya akan menitikberatkan kepada pertahanan, namun saya ingin mengubah jalannya di babak kedua. Saya harus menurunkan dua penyerang sekaligus, sehingga saya melakukan pola ortodoks 4-4-2 dan memberikan tantangan kepada Southampton yang mereka sulit untuk hadapi.” Sementara itu pelatih Mauricio Pochettino menganggap tim asuhannya hanya sedikit ceroboh untuk menghadapi sebuah permainan terbuka saat Chelsea mencoba mengejar ketertinggalan. “Pertandingan menjadi berubah ketika kami menciptakan gol. Namun secara keseluruhan tim ini masih bermain cukup baik,” lanjut Pochettino. “Di babak kedua kami bahkan masih menahan 1-1 dan ini merupakan gaya menyerang kami yang terbaik, namun sayang kami kebobolan dua gol berikutnya dari bola-bola silang dan kesalahan seperti ini jangan terulang lagi.”