Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil

Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil

Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil

Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil – Pertandingan pembuka Indonesia Super League (ISL) bakal dimulai, Sabtu 1 Januari hari ini. Di Stadion Mandala, juara bertahan Persipura Jayapura mendapat kehormatan membuka kompetisi melawan Persela Lamongan yang menjadi tamu mereka. Ini ibarat pertandingan antara langit dan bumi. Mutiara Hitam yang digambarkan sebagai langit menjadi pihak yang superior dalam pertandingan. Sepanjang musim 2012-2013 lalu mereka tak pernah sekalipun menelan kekalahan di kandang. Bumi yang merupakan gambaran Persela Lamongan, berusaha menciptakan keajaiban demi mendapatkan poin yang masih teramat sulit untuk diwujudkan dalam pertandingan.

Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil – Dalam komposisi yang ada, terlihat perbedaan yang sangat jauh. Pemain Persipura hampir sama seperti musim lalu walau ditinggal Otavio Dutra di posisi bek, Zah Rahan sebagai playmaker, Patrich Wanggai dan Elie Aiboy di lini depan. Mayoritas pemain yang bertahan menyisakan mental juara walau kurang bergairah dalam menjalani pertandingan pramusim yang lalu. Sementara Persela berbekal sebagian pemain baru yang sinar kebintangannya masih belum baik. Perubahan posisi pelatih ke tangan Eduard Tjong juga belum memberikan perubahan besar yang ada dalam tim. Pantas saja, jika bertanding di Jayapura adalah misi yang mustahil untuk mendapatkan angka. “Target paling masuk akal adalah kami mengincar satu poin. Persipura lawan yang berat bagi siapa pun. Yang terpenting kami tidak kalah sebelum bertanding atau tidak rendah diri sebelum peluit akhir.”

Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil – Pelatih Eduard menyatakan dirinya telah menyiapkan strategi khusus menghadapi gelombang tekanan yang ada. Tidak bermain terlalu terbuka dan berupaya mencari momentum untuk melakukan serangan balik Persela tidak takut bermain dengan tempo tinggi karena memiliki pelari cepat. Formasi 4-5-1 kemungkinan akan digunakan, Addison Alves bakal dibantu gelandang energik seperti Zaenal Arifin, Arif Arianto, maupun Serdjan¬† Lopicic yang bermain di lini tengah tim. Walau menumpuk banyak pemain di sana, lini pertahanan pantas untuk dikhawatirkan tim. Roman Golian dan rekan masih sangat rapuh di pramusim yang dijalani. “Fokus saya ada di lini pertahanan selama bermain. Selama ini belum begitu baik, tapi saya berharap sudah membaik menghadapi Persipura nanti. Jika ada peningkatan pesat dari cara kami bertahan dalam pertandingan, tetap ada kesempatan untuk mendapatkan poin dalam pertandingan ini.”

Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil – Tuan rumah sendiri, kondisi kebugaran Boaz Solossa dan Nelson Alom masih dalam pantauan pelatih. Cedera keduanya belum pulih total sehingga perlu menunggu hingga jelang pertandingan yang akan kami jalani. “Keduanya masih masuk rencana saya dalam pertandingan nanti. Tapi tetap menunggu keputusan dokter tim untuk memberi keputusan apakah bermain atau tidak.” Pelatih Jacksen F Tiago sadar pada pertandingan pertama ini timnya tak hanya mempertaruhkan tiga angka saja, tapi juga gengsi sebagai juara bertahan tahun lalu. Persela disebutnya memiliki potensi mengejutkan karena memiliki sejumlah pemain baru yang datang. Pelatih asal Brasil ini mengaku belum hafal komposisi terbaru Persela.

Laga Pembuka ISL, Misi Yang Mustahil – “Persela bagaimana pun memiliki kekuatan tersendiri dan kami pernah dikalahkan musim lalu. Tapi bagi saya kemenangan tidak bisa dibantah. Saya ingin Persipura mengulang pencapaian musim lalu yang baik, tak pernah kalah di kandang sendiri.” Harus tanpa Boaz dan Nelson dalam pertandingan, Mutiara Hitam tetap memiliki aset mewah untuk meraih kemenangan. Masih ada Foday Boakay serta Lucas Mandowen dan Ferinando Pahabol di lini depan. Dan juga pemain yang berkararakter menyerang. Kemenangan dengan selisih dua gol tampaknya bisa diraih Persipura melihat perbedaan kualitas dibanding lawan yang dihadapi.