Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino

Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino

Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino

Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino – Tata Martino baru menduduki kursi panas sebagai pelatih Barcelona selama enam setengah bulan, tapi dia sudah membawa pertentangan pendapat pada suporter Barcelona. Mereka yang menyebut diri sebagai fans fanatik Barcelona telah menilai pelatih asal Argentina dengan penilaian negatif dalam beberapa hal. Dan hingga saat ini, catatan debut Martino telah membawa dia dalam posisi yang baik, dibandingkan dengan beberapa pendahulunya. Dalam 22 pertandingan la liga pertamanya, baik pep Guardiola dan Tito Vilanova meraih 19 kemenangan, dua hasil imbang, dan kalah sekali, untuk membawa mereka pada total 59 poin. Sementara Tata meraih 54 poin dari 17 kemenangan, tiga hasil imbang dan dua kekalahan sebenarnya bukanlah catatan yang buruk bagi Barcelona.

Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino – Mungkin hanya keinginan dari Cules untuk melihat timnya lebih bermain tiki taka dan mengurangi pragmatisme dalam tiap pertandingan Tata Martino. Pelatih asal Argentina sedang kesulitan untuk menjadi sosok favorit bagi para suporter karena penolakannya untuk selalu mengandalkan tiki taka saat dia memiliki strategi yang lebih praktis demi membawa kemenangan. Ketajaman dan kecantikan permainan tim di era Guardiola telah menjadi standar tersendiri bagi Barcelona, ada beberapa suporter yang menginginkan tim idolanya selalu memainkan sepakbola di era tersebut. Mungkin yang menjadi kekhawatiran bagi fans Barcelona bukan hanya gaya permainan Martino, tapi lebih pada kekurang percayaan Martino pada para pemain muda Barcelona.

Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino – Bagi mereka yang mengamati pemain yang promosi dari Barcelona B – mencapai jumlah 22 selama era Guardiola – sementara diera Vilanova mereka yang sudah promosi masih sering menjadi andalan di tim utama. Vilanova sengaja mempercayai mereka sebanyak mungkin. Hasil yang memalukan ditangan Bayern Muenchen mungkin menjadi pembeda atas keputusan rotasi yang pernah diterapkan oleh Tito Vilanova, apalagi dengan diikuti fakta bahwa Vilanova sedang dalam kondisi yang tak beruntung – sakit kanker – mungkin Martino menyadari ada batas rotasi. Namun sekarang tim tak sedang mengalami cedera, skuad Barcelona yang sekarang hampir bebas cedera.

Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino – Martino telah melakukan kebijakan yang selama ini hanya menjadi khayalan dan terlihat tidak mungkin. Dia berani merotasi para pemain kunci di tim utama, termasuk pemain yang terlihat tak tersentuh seperti Lionel Messi, telah dirotasi dan dipasang secara cerdik agar tak terlalu lelah. Jika fans Barcelona ingin melontarkan argumen menyerang Tata, alasan tersebut mungkin yang menyebabkan pemain seperti Marc Bartra tak digunakan dengan sering, karena Tata merotasi pemain di tim utama saja. Tapi yang harus diperhatikan oleh suporter yang memprotes dan tak puas dengan pekerjaan Tata adalah apakah kekalahan yang hanya mencapai tiga angka disemua kompetisi musim ini serta peluang juara di tiga kompetisi tersebut yang masih hidup harus mendapatkan protes?

Kritik Yang Tidak Adil Terhadap Tata Martino – Padahal Barcelona juga memiliki catatan selisih gol yang tak bisa dianggap remeh di lima liga terbesar Eropa, mereka mencetak lebih dari 100 gol dalam sembilan musim beruntun, jumlah passing tertinggi di lima liga besar Eropa juga masih menjadi milik mereka.