FIFA Tolak Banding Federasi Sepak Bola Ukraina (FFU)

FIFA Tolak Banding Federasi Sepak Bola Ukraina (FFU)

FIFA Tolak Banding Federasi Sepak Bola Ukraina (FFU)

FIFA menolak banding yang diajukan oleh Ukraina terkait dengan permintaan mereka untuk menggelar laga perdana dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 nanti di Arena Lviv Stadion. Sebelumnya pada bulan September 2013 lalu Badan Asosiasi Sepak Bola telah menjatuhkan hukuman kepada Ukraina yaitu saat mereka memainkan pertandingan kandang di sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2014 lapangan harus dalam keadaan kosong tanpa penonton. Hukuman FIFA tersebut terkait dengan ulah sekelompok orang suporter Ukraina yang melakukan aksi rasial saat Ukraina menjamu San Marino di L’viv Arena pada tanggal 6 Desember 2013 lalu.

Aksi rasial tersebut berupa gestur hormat seperti Adolf Hitler dan juga menirukan gaya monyet yang ditujukan kepada pemain lawan. Selain aksi tersebut FIFA juga mengecam aksi suporter Ukraina yang menyalakan kembang api saat pertandingan masih berlangsung. Aksi tersebut dinilai sebagai gerakan anti rasis oleh FIFA yang menerima laporan dari Football Against Racism in Euro (FARE). FIFA sepakat bahwa tindakan tindakan menyerang dan diskriminatif yang dilakukan oleh sekelompok orang suporter Ukraina tersebut adalah tindakan yang sangat memalukan dan jelas jelas merupakan sebuah tindakan pelanggaran terhadap kode disiplin FIFA.

Menindak lanjuti laporan dari Football Against Racism in Euro ( FARE ) tersebut, Komisi Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memberikan sanksi kepada FFU ( Federasi Sepak Bola Ukraina ) yaitu berupa menggelar pertandingan tanpa penonton selama laga kandang Kualifikasi Piala Dunia 2018. Selain itu FIFA juga melarang Ukraina untuk memakai stadion utama Lviv sebagai arena pertandingan. Hukuman yang diberikan kepada Ukraina tidak sampai disitu saja, FIFA juga memberikan sanksi berupa denda kepada FFU ( Federasi Sepak Bola Ukraina ) sebesar 30,400 pounds. FIFA juga sudah memberikan peringatan tegas kepada Ukraina untuk tidak mengulangi lagi aksi rasial tersebut di kemudian hari.

Hukuman itu dicabut secara temporer sampai banding Ukraina terdengar. FIFA menyatakan bahwa pihaknya mendukung skors semula secara penuh. Dengan keputusan FIFA tersebut membuktikan bahwa FIFA sudah berkomitmen untuk melawan segala jenis bentuk diskriminasi dalam sepakbola dan bekerja sama dengan para anggota asosiasi di seluruh dunia untuk mendidik aspek persamaan dan saling menghormati tim lawan. FIFA juga menegaskan bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada Ukraina tersebut dinilai sudah sesuai dengan pasal 58 Kode disiplin FIFA.

Dengan ditolaknya banding FFU tersebut oleh FIFA dipastikan dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 nanti Ukraina tidak akan didukung oleh para suporternya. FIFA menegaskan bahwa dengan memberikan hukuman hukuman yang keras adalah untuk memberikan pesan yang kuat bahwa segala bentuk diskriminasi tidak memiliki tempat di dalam permainan sepakbola ini.